Daftar Isi : 

Isu pemakaian genteng kini tengah menjadi perbincangan setelah Presiden Prabowo Subianto menggagaskan program gentengisasi, yaitu mengganti bahan atap yang awalnya pakai seng atau asbes menjadi genteng tanah liat. 

Gentengisasi ini bertujuan meningkatkan kualitas hunian rakyat, memperkuat industri dalam negeri, dan menggerakkan ekonomi desa. Namun, dibalik gerakan pemakaian genteng tersebut, para produsen mengungkapkan fakta pahit yang jarang diketahui publik. 

Dalam artikel ini, Minhome akan mengungkapkan tantangan yang dihadapi produsen genteng, lengkap dengan solusi atap modern yang juga bisa melindungi penghuni dari rasa panas. 

Fakta Pahit Industri Genteng Tanah Liat

Fakta Pahit Industri Genteng Tanah Liat
Sumber: dekoruma

Berikut adalah beberapa fakta pahit yang dialami pihak industri genteng tanah liat di tengah gagasan program gentengisasi

  • Kelangkaan Bahan Baku 

Bahan baku untuk membuat genteng tanah liat semakin sulit diperoleh, bahkan cenderung dilindungi. Genteng tanah liat terbuat dari tanah sawah, sementara pemerintah sedang mendorong swasembada pangan. 

Apabila tanah sawah terus digunakan secara besar-besaran, kualitas padi akan terkena dampaknya. Selain itu, setiap lapisan tanah sawah dapat menghasilkan kualitas dan karakteristik genteng yang berbeda. 

Tanah yang digali semakin dalam bakal menurunkan kualitas genteng, sehingga hasil genteng bisa pecah atau menyusut. 

  • Proses Produksi Tradisional 

Fakta selanjutnya adalah proses produksi genteng tanah liat membutuhkan waktu yang lama, sekitar 48 jam. Tak hanya itu, proses pengeringan pun membutuhkan kondisi yang tepat dan waktu lama. 

Jika cuacanya bagus, genteng bisa kering dalam 2-3 minggu, sementara kalau cuaca terik dan musim kemarau, genteng bisa pecah. 

Sehingga, gentengisasi lebih potensial untuk dijalankan menggunakan pabrik besar dengan sistem otomatis. Pabrik dapat menghasilkan lebih banyak produk dengan efisien. 

Solusi Atap Modern Selain Genteng Tanah Liat

 Solusi Atap Modern Selain Genteng
Sumber: lightgroupindonesia.com

Selain genteng tanah liat, saat ini tersedia berbagai jenis atap modern yang menawarkan keunggulan fungsional. Salah satu yang banyak digunakan adalah atap onduline

Atap onduline dikenal ringan, tanah cuaca ekstrem, meredam panas dan suara, serta memiliki daya tahan tinggi terhadap korosi. Karakter ini membuatnya cocok untuk hunian modern yang mengutamakan kenyamanan, efisiensi konstruksi, estetik jangka panjang. 

Sehingga, wajar jika atap jenis ini mulai diadopsi dalam proyek-proyek perumahan yang mengedepankan kualitas bangunan dan pengalaman tinggal yang lebih baik.

Salah satu pengembang hunian modern yang memilih menggunakan atap onduline adalah Gethome. Developer peraih award ini memilih material berdasarkan pada kebutuhan penghuni akan rumah yang sejuk, senyap, dan tahan lama. 

Dengan kombinasi desain modern dan material berkualitas, hunian Gethome dirancang tidak hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai aset bernilai jangka panjang.

Homers tertarik memiliki hunian dengan atap yang nyaman selain genteng? Yuk cari tahu informasi lengkapnya di Instagram Gethome atau website Gethome! 

Buat janji survey dan kunjungi marketing gallerynya untuk rasakan tinggal di hunian modern yang aman dan nyaman! 

Ingin tahu informasi menarik lainnya terkait properti? Yuk, langsung saja lihat informasi lainnya di website Sweethome

Bagikan Postingan Ini