Daftar Isi : 

Pernahkah Homies bertanya-tanya kenapa dulu waktu masih lajang, rumah rasanya bukan prioritas, tapi begitu berkeluarga, keinginan beli rumah tiba-tiba jadi sangat kuat? Ternyata ini bukan kebetulan.

Ada penjelasan ilmiah di baliknya, mulai dari teori ekonomi perilaku sampai teori psikologi perkembangan manusia. Yuk, kita bahas kenapa momentum beli rumah itu sangat berkaitan dengan fase kehidupan yang sedang Homies jalani.

Keputusan Keuangan Berubah Mengikuti Fase Kehidupan

Keputusan Beli Rumah Mengikuti Fase Kehidupan

Dalam ilmu ekonomi, ada teori bernama Life Cycle Hypothesis yang diperkenalkan oleh Franco Modigliani. Teori ini menjelaskan bahwa keputusan keuangan seseorang akan berubah mengikuti siklus kehidupannya.

Artinya, apa yang dianggap penting ketika berusia 22 tahun belum tentu menjadi prioritas saat memasuki usia 30 tahun. Misalnya, ketika masih single, seseorang biasanya memiliki tujuan finansial seperti:

  • Membangun karier
  • Mencari passion dan jati diri
  • Membeli gadget-gadget terbaru
  • Menjelajahi tempat-tempat menarik dan traveling

Pada fase ini, rumah sering kali masih dianggap sebagai tempat tinggal bersama orang tua, karena secara psikologis kebutuhan yang muncul masih seputar eksplorasi diri.

Sementara itu, saat sudah berkeluarga dan mempunyai anak, prioritas finansial berubah drastis. Keputusan besar seperti beli rumah tiba-tiba naik ke urutan teratas. Karena rumah bukan lagi sekadar tempat tidur, tapi fondasi untuk membesarkan keluarga.

Dukungan dari Teori Psikososial Erik Erikson

Keinginan Beli Rumah Kuat Saat Sudah Berkeluarga

Menariknya, perubahan prioritas ini juga didukung oleh teori psikologi, tepatnya Teori Perkembangan Psikososial dari Erik Erikson. Erik membagi fase kehidupan manusia menjadi delapan tahapan, dan yang paling relevan dengan keputusan beli rumah adalah fase keenam: intimacy vs isolation.

Fase ini biasanya dialami orang di rentang usia 19-40 tahun. Pada fase ini fokus seseorang bergeser dari “siapa saya?” menjadi “bagaimana saya membangun hubungan dan kehidupan yang stabil?” beberapa hal yang jadi target di fase ini:

  • Membangun pernikahan yang stabil
  • Membentuk keluarga
  • Memiliki anak dan membesarkan dengan baik

Karena itu, di usia 25-40 tahun, terutama bagi Homies yang sudah punya anak balita, pertanyaan seputar beli rumah menjadi jauh lebih detail dan spesifik, misalnya:

  • Apakah lingkungan perumahan dekat dengan sekolah?
  • Apakah kawasan aman untuk anak-anak?
  • Apakah jauh dari tempat pembuangan sampah?
  • Apakah aksesnya dekat dengan transportasi umum?
  • Apakah ada fasilitas rekreasi di sekitarnya?

Pertanyaan-pertanyaan ini menunjukkan bahwa proses beli rumah bukan lagi keputusan impulsif, tapi keputusan yang dipikirkan matang-matang demi kesejahteraan keluarga.

Rumah Bukan Sekadar Tempat Tinggal

Rumah Bukan Sekadar Tempat Tinggal

Memahami dua teori di atas membantu Homies melihat bahwa dorongan untuk beli rumah muncul secara alami ketika seseorang memasuki fase berkeluarga. Bagi banyak orang di fase ini, rumah punya makna yang jauh lebih dalam, yaitu:

  1. Bentuk kemandirian: Keluar dari rumah orang tua dan membangun kehidupan sendiri.
  2. Bentuk kestabilan ekonomi dan emosional: Tanda bahwa keluarga sudah punya fondasi yang kuat.
  3. Wujud komitmen jangka panjang: Mengingat KPR biasanya berjalan puluhan tahun, keputusan beli rumah otomatis menjadi komitmen besar untuk masa depan keluarga.

Tidak heran, saat memutuskan beli rumah, banyak pasangan mulai memikirkan bagaimana perkembangan keluarga lima, sepuluh, bahkan dua puluh tahun kedepan. Rumah menjadi ruang tumbuh, bukan sekadar tempat berteduh.

Sudah Siap Mewujudkan Rumah Impian untuk Keluarga?

 Sudah Siap Mewujudkan Rumah Impian untuk Keluarga?

Kalau Homies sedang berada di fase ini dan mulai serius mempertimbangkan beli rumah demi masa depan keluarga yang lebih stabil, ada beberapa pilihan hunian yang bisa Homies pertimbangkan, yaitu:

1. Valencia Premiere Depok: Cocok bagi Homies yang mendambakan hunian asri dengan aksesibilitas cepat menuju pusat kota melalui Tol Pamulang (15 menit). Serta, dekat juga dengan fasilitas pendidikan, mulai dari Sekolah Al Hasra (8 menit), SMA Kharisma Bangsa (10 menit), dan SMP Sekolah Alam Depok (17 menit).

2. Catania Premiere Cibubur: Hunian eksklusif di kawasan berkembang pesat Jalan Alternatif Cibubur. Dekat dengan fasilitas rekreasi keluarga seperti Mall Ciputra Cibubur (5 menit), TSM Cibubur (12 menit), dan Living World Kota Wisata (15 menit). Serta, dekat dengan akses Tol Jatikarya (10 menit).

3. De Oasis Green Residence: Pilihan sempurna berkonsep hunian hijau yang tenang dan tertata rapi, sangat ideal untuk mengawali kehidupan keluarga baru. Dekat dengan akses Tol Jatiwarna (12 menit) dan huniannya dekat dengan jalan raya sehingga akses mudah ke berbagai fasilitas umum.

Jika Homies tertarik beli rumah di salah satu perumahan tersebut, Minhome siap membantu Homies memilih hunian terbaik, menghitung simulasi yang pas dengan cash flow, hingga mendampingi seluruh proses berkas perbankan sampai kunci rumah ada di tangan Homies.

Hubungi Minhome sekarang dan dapatkan jadwal survey lokasi hari ini!

Bagikan Postingan Ini