Daftar Isi : 

Memiliki rumah impian melalui skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) merupakan salah satu pencapaian finansial terbesar bagi banyak orang. Namun, perjalanan panjang masa tenor yang bisa mencapai belasan hingga puluhan tahun tentu tidak luput dari dinamika risiko finansial.

Kondisi tidak terduga seperti pemutusan hubungan kerja (PHK), penurunan omzet bisnis, atau kebutuhan mendesak bisa memicu risiko terjadinya KPR macet. Lantas, apakah pihak bank bisa langsung menyita rumah jika cicilan KPR Homies macet?

Jawabannya tidak langsung disita dalam semalam. Perbankan memiliki prosedur resmi, regulasi ketat, serta tahapan yang panjang sebelum mengambil tindakan hukum finansial berupa eksekusi aset. Mari simak tahapannya, lengkap proses penanganan KPR macet dan caranya di bawah ini!

Tahapan yang Akan Terjadi Saat KPR Macet

Tahapan yang Akan Terjadi Saat KPR Macet
(Sumber: rumah123)

Bank tidak akan langsung melakukan pengosongan rumah begitu Homies melewatkan satu tanggal jatuh tempo. Berikut alur dan kronologi yang umumnya terjadi secara bertahap menurut regulasi perbankan:

1. Surat Peringatan (SP) dan Dana Keterlambatan

Pada fase awal keterlambatan KPR 1 hingga 90 hari, status kredit Homies masuk kedalam kategori kurang lancar. Di tahap ini, pihak bank akan melakukan penagihan secara persuasif melalui telepon atau pesan singkat.

Jika belum ada realisasi pembayaran, bank akan mengeluarkan Surat Peringatan (SP) 1 hingga 3 secara berkala. Selain itu, Homies akan mulai dikenakan denda keterlambatan yang dihitung secara harian, sehingga akumulasi tagihan bulanan Homies akan semakin membengkak.

2. Masuk Radar Negatif SLIK OJK

Apabila tunggakan terus berlanjut hingga melewati bulan kedua dan ketiga tanpa adanya kejelasan, status pinjaman Homies resmi dikategorikan sebagai KPR macet (Non-Performing Loan/NPL).

Dampak fatal dari fase ini adalah nama Homies otomatis masuk ke dalam radar negatif SLIK OJK (Sistem Layanan Informasi Keuangan), yang dahulu dikenal sebagai BI Checking dengan status kolektibilitas 5 (Macet).

Riwayat buruk pada sistem ini akan membuat Homies sangat kesulitan untuk mengajukan kredit kendaraan, kartu kredit, atau pinjaman modal di lembaga keuangan mana pun di masa depan.

3. Penyitaan Rumah Lewat Jalur KPKNL atau Lelang

Jika setelah diberikan jangka waktu tertentu nasabah tetap dinilai tidak memiliki itikad baik atau sudah tidak memiliki kemampuan finansial untuk melunasi sisa utang pokok, bank akan menggunakan hak legalnya.

Karena properti KPR dilengkapi dengan Hak Tanggungan, bank berhak menyita properti tersebut. Proses penjualan aset akibat KPR macet ini dilakukan secara legal melalui jalur lelang negara di KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara).

Meskipun proses administrasi dan hukum menuju lelang memakan waktu yang cukup, hasil akhirnya tetap sama Homies akan kehilangan hak atas kepemilikan rumah tersebut.

Cara Menghindari KPR Macet

Cara Menghindari KPR Macet

Sebelum situasi keuangan Homies terlanjur memburuk dan menyentuh zona merah, ada beberapa cara menghindari risiko KPR macet yang wajib Homies terapkan:

1. Miliki Dana Darurat Minimal 6 Bulan

Sebelum berkomitmen mengambil rumah, pastikan Homies sudah mengalokasikan pos dana darurat secara khusus di rekening terpisah. Idealnya, dana darurat harus mampu mengamankan minimal 6 kali penghasilan bulanan Homies. Dana ini bertindak sebagai pengaman jika Homies kehilangan sumber penghasilan utama.

2. Batasi Cicilan Maksimal 30%

Gunakan prinsip finansial yang sehat. Jangan memaksakan diri mengambil plafon yang terlalu besar dari kemampuan riil bulanan Homies hanya demi rumah mewah. Jaga agar total seluruh cicilan utang tidak melebihi 30% dari total pendapatan bersih.

3. Cepat Hubungi Bank Jika Mulai Kesulitan

Jangan pernah menghindari (ghosting) pihak bank saat terjadi kendala keuangan. Datangi bank secepatnya untuk berkonsultasi mengenai opsi restrukturisasi kredit sebelum status pinjaman Homies resmi dinyatakan KPR macet.

Bank biasanya memiliki kebijakan seperti perpanjangan jangka waktu (tenor) atau penyesuaian cicilan sementara.

4. Cek SLIK OJK Secara Rutin

Lakukan pemeriksaan skor kredit Homies secara mandiri dan berkala melalui platform resmi OJK. Hal ini penting untuk memastikan kondisi reputasi kredit Homies selalu berada di zona hijau dan mengidentifikasi adanya kekeliruan pencatatan data keuangan sejak dini.

Pilih KPR yang Stabil untuk Mengurangi Risiko

Pilih KPR yang Stabil di Perumahan Gethome

Selain mengelola keuangan dengan baik, memiliki skema KPR yang tepat juga menjadi faktor penting untuk menghindari risiko kredit macet. Banyak debitur mengalami kesulitan ketika masa bunga promo berakhir dan cicilan mengalami kenaikan signifikan.

Karena itu, KPR dengan bunga tetap (fixed rate) sering menjadi pilihan yang lebih aman karena cicilan lebih mudah diprediksi.

Bagi Homies yang sedang mencari rumah dengan program KPR yang stabil, beberapa proyek perumahan seperti Valencia Premiere Depok, De Oasis Green Residence, dan Catania Premiere Cibubur menawarkan kemudahan KPR yang bekerja sama dengan BSI.

Melalui kerja sama tersebut, tersedia program KPR flat 2,50% untuk periode fix 3 tahun, dan 8,25% untuk fix hingga 15 tahun, sehingga cicilan menjadi lebih terencana dan nyaman dalam jangka panjang.

Penasaran dengan rumahnya seperti apa? Yuk, cek langsung di instagram @valenciapremieredepok, @deoasisgreenresidence, dan @cataniapremierecibubur.

Buat janji survey dan kunjungi marketing gallery nya untuk rasakan atmosfer tinggal di lingkungan yang mendukung gaya hidup Homies.

Baca Selengkapnya: KPR Mengerikan atau Kita yang Belum Kenal? Ini Faktanya!

Bagikan Postingan Ini