Daftar Isi : 

Rencana pemerintah untuk memperluas basis perpajakan nasional pada tahun 2027 mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Salah satu sektor yang menjadi sasaran pengoptimalan penerimaan negara adalah pemilik properti yang menyewakan asetnya, termasuk rumah kontrakan.

Kondisi ini memicu kekhawatiran baru di kalangan masyarakat yang masih mengandalkan hunian sewa. Apakah harga sewa bakal makin naik, dan apakah ini momen tepat untuk beralih membeli rumah sendiri? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

Rumah Kontrakan Masuk Radar Perluasan Pajak 2027

Rumah Kontrakan Masuk Radar Perluasan Pajak 2027

Dalam Konsultasi Publik Rancangan Undang-Undang APBN Tahun Anggaran 2027, Direktorat Penyusunan APBN Direktorat Jenderal Anggaran Kemenkeu, Rofyanto Kurniawan, menjelaskan bahwa pemerintah tengah berupaya memperluas perpajakan dengan menyasar sektor maupun kelompok wajib pajak yang selama ini dinilai belum optimal membayar pajak.

Salah satu sasarannya adalah masyarakat yang memiliki lebih dari satu rumah dan memperoleh penghasilan tambahan dari aktivitas sewa-menyewa atau kontrak rumah.

Rofyanto mencontohkan, seseorang yang memiliki lebih dari satu rumah biasanya tidak menempati seluruh propertinya sendiri. Sebagian diantaranya kemungkinan disewakan atau dikontrakkan, sehingga menghasilkan pendapatan yang semestinya masuk sebagai objek pajak.

Rencana ini bukan berarti pemerintah menciptakan jenis pajak baru khusus untuk rumah kontrakan. Ketentuan soal pajak penghasilan dari sewa properti sebenarnya sudah ada sejak lama, yaitu diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 34 Tahun 2017 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Persewaan Tanah dan/atau Bangunan.

Berdasarkan aturan tersebut, penghasilan dari sewa rumah, ruko, apartemen, maupun bangunan lain dikenai Pajak Penghasilan (PPh) final sebesar 10 persen dari nilai bruto sewa. Bukan dari keuntungan bersih dikurangi biaya-biaya.

Sebagai gambaran, jika sebuah rumah disewakan dengan nilai kontrak Rp60 juta per tahun, maka PPh Final yang harus dibayarkan adalah 10% x Rp60 juta = Rp6 juta.

Yang berubah pada 2027 adalah upaya pemerintah untuk lebih serius menegakkan kepatuhan pajak ini. Salah satunya lewat penguatan sistem administrasi perpajakan seperti Coretax serta sinergi data antar instansi agar potensi penerimaan dari sektor ini bisa terpantau lebih menyeluruh.

Harga Sewa Terancam Melonjak

Harga Sewa Rumah Terancam Melonjak

Pengenaan pajak pada rumah kontrakan diprediksi bakal membawa efek domino yang langsung berdampak pada penyewa. Pengamat properti mengindikasikan beberapa dampak utama yang berpotensi terjadi di lapangan sebagai berikut:

  • Kenaikan Tarif Sewa Bulanan/Tahunan: Pemilik rumah kontrakan kemungkinan besar akan membebankan komponen pajak baru ke dalam tarif sewa. Sehingga, biaya kontrakan menjadi lebih mahal.
  • Beban Berat Bagi Penyewa Marginal: Kenaikan tarif ini akan sangat terasa bagi masyarakat yang menghuni kontrakan segmen menengah ke bawah.
  • Risiko Kontrakan Kosong: Jika harga sewa naik melampaui kemampuan daya beli masyarakat, risiko terjadinya tingkat keterisian yang rendah makin tinggi.

Mending Ngontrak atau Beli Rumah Sendiri?

Bagi Homies yang selama ini tinggal di rumah kontrakan, kebijakan ini seharusnya menjadi pengingat keras untuk mulai mengevaluasi perencanaan keuangan jangka panjang.

Membayar uang sewa kontrakan yang terus naik setiap tahun sifanya adalah uang hangus. Homies membayar biaya tempat tinggal tanpa pernah memiliki hak  atau aset tersebut.

Sementara, mengalihkan dana bulanan untuk mencicil KPR hunian pribadi dapat memberikan kepastian kepemilikan aset (capital gain) serta perlindungan dari fluktuasi tarif sewa.

Rekomendasi Hunian Strategis & Terjangkau

Rekomendasi Hunian Strategis dan Terjangkau

Daripada terus mencemaskan harga rumah kontrakan yang terancam naik, mengalahkan anggaran Homies ke cicilan rumah sendiri adalah keputusan finansial yang jauh lebih cerdas. Berikut 3 rekomendasi perumahan strategis yang patut Homies pertimbangkan:

1. Catania Premiere Cibubur

Bagi Homies yang mencari hunian di kawasan berkembang pesat, Catania Premiere Cibubur penawaran lokasi super strategis dengan akses mudah ke tol Jatikarya dan transportasi publik.

Sangat cocok bagi profesional muda dan keluarga berkembang yang menginginkan lingkungan nyaman serta nilai investasi tinggi di timur Jakarta.

2. Valencia Premiere Depok

Jika mobilitas harian Homies berpusat di wilayah Depok atau akses langsung menuju Jakarta Selatan, Valencia Premiere Depok adalah pilihan tepat.

Mengusung desain hunian modern dengan harga yang kompetitif, proyek ini memberikan kemudahan akses ke pusat pendidikan, stasiun MRT Lebak Bulus, dan fasilitas umum kota, seperti ke Tol Pamulang.

3. De Oasis Green Residence

Untuk Homies yang mendambakan suasana hunian asri, tenang, dan hijau tanpa mengorbankan aksesibilitas perkotaan, De Oasis Green Residence menghadirkan konsep hunian ramah lingkungan.

Perumahan ini menawarkan lingkungan yang aman dan nyaman untuk tumbuh kembang keluarga, sekaligus menjadi aset properti yang bernilai jangka panjang.

Wacana pengenaan pajak pada rumah kontrakan mempertegas bahwa ketergantungan pada hunian sewa membawa risiko kenaikan biaya yang tidak pasti di masa depan. Momentum ini dapat menjadi saat yang paling tepat untuk mengubah alokasi pengeluaran dari bayar sewa menjadi investasi rumah sendiri.

Mulai eksplorasi pilihan perumahan impian Homies di Catania Premiere Cibubur, Valencia Premiere Depok, atau De Oasis Green Residence sekarang juga sebelum harga properti makin melonjak!

Baca Selengkapnya: Promo Rumah Agustus 2026, Beli Hunian Dapat Cashback 17 Juta

Bagikan Postingan Ini